Minggu, 12 April 2020

Diary Corona

Semarang, 13 April 2020

Hi. Sudah 2020 ya.
Usiaku saat ini 31 tahun.
Mmmm banyak hal terjadi selama 2 tahun. 2 tahun yg lalu. dan 2 tahun yg lalu lagi.
2019, tahun dimana aku belajar banyak. Aku melewatinya dengan "penuh".
Work. Work. Work.
Aku bersyukur masih bisa bekerja, hidup layak, belajar banyak, makan enak, dan sehat.
dan aku survive :) alhamdulillah.

2020.
hmmm.. aku tau ini awal tahun yang sulit untuk beberapa orang.
dimulai dari banjir, dan... corona.
sebelumnya aku ga pernah bayangin, bisa "libur" lama di rumah dengan kondisi yg masih kerja.
iya, namanya wfh. work from home. apa work from heart? hehehe
dimana kita dipaksa "prihatin".
jika puasa ga mempan buat kita menjadi "prihatin", ramadhan permintaan pangan melambung, harga pangan melambung, dan lebaran yg mevvah, mungkin ini sebuah teguran.
di keadaan seperti ini, untuk bisa survive dan sehat itu udah alhamdulillah banget.
orang tua sehat, keluarga sehat, bisa makan lancar, koneksi internet lancar, dan masih bisa wfh bersyukur bangettt. banyak yg ga bisa kerja dari rumah. banyak yg buat besok makan apa, makan apa enggak aja blm kepikiran. sedih banget.
sudah minggu ke-4. dan aku merasa tidak produktif. kerjaan kantor keteteran. masa bodo.
kadang mikir, kok aku ga bersyukur ya. tapii.. entahlah, aku ga bisa konsen.
perasaan campur aduk. antara miris, takut, tp dikejar banyak deadline.
dan... kaya mikir: semua ini udah ga penting.
hari pertama wfh, seneeeng bgt. yess libur. walopun itu ga libur. tapi saat itu emang lagi jenuh sama kantor.
hari ke-30.. fiuh. bertanya dalam hati: apakah aku akan termasuk ke dalam spesies yang bertahan?

tapi, dibalik itu semua, ternyata selama ini kita lupa: bahwa kontak sosial adalah hal yg mewah, makan di warung itu nikmat, jalan kaki ke kucingan itu something.

hmmm
semoga corona cepat berlalu.
semoga kita semua dipertemukan kembali, dalam keadaan sehat.
semoga semesta tetap mau menerima kita.
aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar