Hi.
Lama sekali ga nulis. Ngggg... nganu... cuaca hari ini cerah ya :D wkwkwk
garing ya.
Sekarang aku lagi duduk di sebuah kafe di Semarang. Namanya Kofinary Espresso Bar. Tempatnya enak, walau kecil.
Ambience nya juga oke, karna musik yang diputer instrumen slow2 gitu dan volumenya ga kenceng. Mayan buat menyendiri dengan laptop. Kalo kamu lebih milih dengerin playlistmu sendiri, backsound kafenya ga mengganggu.
Karna ini modelnya kopisop, aku pesen single origin: Flores yang diseduh dengan metode V60. Agak tebel dan enak.
Setahun terakhir aku mulai belajar mengenal kopi. Ternyataa.. kopi itu ga sebatas item, pahit, dan bikin melek aja. Banyaaaak sekali sifat kopi yang aku belum tahu. Dari single origin, tiap daerah ternyata punya rasa kopi yang khas. Ga ada yang sama! Wow. Contohnya jawa barat cenderung kecut2 manis gitu. Sampe roasting dan metode seduh terbaik untuk tiap jenis kopi. Asik ya...
dan tenyataaa kopi itu ga sekejem kata orang2. Asal kita minum di waktu dan dengan cara yang tepat :D Eyke jadi tertarik buat ngembangin penelitian tentang kopi.
Main diapanya ya... kandungan flavonoidnya? pemanfaatan ampasnya?
Btw, mengapa aku memutuskan untuk nongkrong di kafe sendirian dengan berteman leptop dan kopi? karena ini hari terakhir libur lebaran :(((
Libur lebaran selama 2 minggu usai sudah. Besok minggu musti balik ke Solo, kembali menghadapi kenyataan.
Eh jadi keinget. Pernah suatu hari pulang semarang dari solo (biasanya pas weekend). Turun bis lalu naik taksi ke rumah, ngobrol sama supir taksinya:
"dari mana mbk?"
"dari solo pak."
"oh, asli solo apa semarang?"
"asli semarang."
"di solo kerja?"
"iya."
"kok milih kerjanya di solo? kan umr nya lebih rendah dari semarang."
Eh iya ya. Batinku :D
"dapet kerjanya disitu pak." jawabku sekenanya
Jadi.. kenapa aku kerja di Solo? kenapa aku kerja sebagai pengajar?
Semuanya terjadi begitu saja.
Pada saat itu, aku cuma berpikir: kerja apa aja asal halal dan aku ga di rumah (ortu).
Disaat teman2 lain pengen dapet tempat kerja di kota tempat tinggalnya, aku justru enggak.
Kenapa? karna zona nyaman itu menurutku bahaya banget.
Zona nyaman itu ga ada. Itu hanya kenyamanan semu yang perlahan-lahan membunuhmu.
Mengapa membunuh? sebenernya itu relatif sih.
Tergantung bagaimana peran kamu di rumah (ortu). Karna aku anak terakhir, aku jarang diandalkan sebagai pengambil keputusan di rumah. Yap, masih dianggap anak kecil.
Itu bikin aku menjadi anak manja dan annoying banget. Aku merasa (hampir selalu) benar di kehidupan sosial. Parahnya aku baru menyadari akhir2 ini, dan sebagian sifat itu sudah terlanjur melekat. Sukar diubah.
dan kadang... pemikiran orang tua yang menurutku masih so konvensional dan so yesterday sudah kadung menempel di aku. Itu ga boleh banget pikirku.
Aku perlu tau banyak bagaimana pemikiran orang lain. Aku perlu tau apa yang terjadi di luar sana. Bukan berarti aku ga punya pendirian, tapi mendengar dan mengetahui apa yang ada diluar itu sangat penting.
Akhirnya aku memilih berpisah dengan orang tua. Bukannya tidak berbakti. Karna rasa penasaranku lebih besar. :)
Btw... kok laper ya. Kayanya aku mau cabs deh. Ini tetiba ga konsen, entah karna lapar ato karna udah mulai petang.
Eh ini mood kok njegleg banget berubahnya yak :D
2 menit lalu pengen ngomong banyaaaak banget, tetiba ngeblank gitu.
Beralih kepikiran ayam pedas richeese.. Gustiiii mesti enak banget kui
Setidaknya udah pemanasan dikit nulis blog lagi.
Karna menulis itu kebutuhan jiwa dan eksistensi. Halah.
Kok jadi ngelantur. Wis ah.
Bhay.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar